Tertawalah dan Menangislah

0
5

Kiosanakmuslim – Ada satu Firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 82 yang artinya:

Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.”

Tertawalah dan menangislah. Itulah pesan singkat dan “mungil” dari penggalan ayat di atas. Mungil? Ya, sebab pesan singkat itu begitu bersahaja. Namun tentu terlalu sederhana jika hanya dibingkai dalam pigura indah tanpa kita pikirkan dan renungkan. Sementara makna dibaliknya sering luput dariperhatian otak besar kita. Bukankah Allah menurunkan ayat-ayat-Nya dengan haq?

Mengintip dua pesan “mungil” itu, maka pelajaran berharga dibalik ayat itu adalah dalam urusan tertawa kita diperintahkan sedikit saja, dan sebaliknya perbanyaklah menangis. Demikian kira-kira kalau dibahasakan dengan bahasa keseharian kita.

Dalam prakteknya, menangis bukanlah perkara gampang. Kenyataannya, orang tidak bisa ujug-ujug atau tiba-tiba menangis tanpa alasan. Ia hadir tidak dengan sendirinya. Ada proses sebelumnya yang menggiring pada terbangunnya sebuah perasaan sehingga menyebabkan seseorang menjadi menangis.
Entah kerinduan pada seseorang yang jauh, rasa sedih karena wafatnya orang tercinta, karena penyakit yang tak kunjung sembuh, himpitan beban kehidupan yang dirasa sangat berat, dan sebab-sebab lainnya.
Yang pasti, menangis tidak datang dengan sendirinya. Mungkin saja semua orang pernah menangis, tapi kesempatan menumpahkan kesedihan lewat deraian air mata belum tentu dimiliki oleh setiap orang. Mungkin karena tingkat emosi jiwa dan perasaan tiap orang berbeda-beda.
Unik, tapi itulah realitanya.Dan itu artinya, menangis adalah anugerah indah dari Allah SWT yang diberikan kepada kita. Jauh lebih indah dari sekedar pesta pora dan hura-hura.Jika kita sedang diliputi lara dan kesedihan yang teramat dalam lalu kita tidak kuasa menahan tangis, maka mengapa kita musti menahannya?
Kenapa tidak menangis saja dan mengadu pada-Nya tentang kesusahan kita?Yakinlah, menangis dan mengadu pada-Nya adalah cara terbaik dan terindah. Dan pasti solusi terbaik dan terindah pula yang akan diberikan-Nya.

Biarkan Air Mata Itu Mengalir

Membiarkan air mata mengurai dan mengalir, adalah juga bagian dari sikap ksatria kita untuk jujur pada diri sendiri. Dan jujur pada diri sendiri bisa jadi menjadi obat mujarab dari luka lara yang sedang menjangkiti kita. Ketimbang sikap pura-pura yang justru malah akan menambah beban kesedihan.

Kesempatan tidak datang begitu saja. Kehadirannya pun silih berganti. Tekadang luapan kebahagiaan datang pada diri kita dengan segala nuansanya, sekalipun tanpa diundang. Namun, tak jarang rasa duka yang begitu dalam datang bertubi-tubi tanpa pernah kita kira-kira.

Betapa tidak adilnya diri kita kemudian..! Saat kebahagiaan datang, kita sambut dengan penuh suka cita dan berkeyakinan Dia memuliakan kita. Sementara saat kesedihan datang memasuki ruang kehidupan kita meski sekejap, kita tidak bisa menjadikannya momentum untuk berkaca diri/muhasabah. Malah terkadang kesedihan itu kita anggap bagian skenario-Nya untuk menghinakan kita. Dimana rasa syukur kita ?

Karenanya, bersyukurlah kita masih bisa menangis. Sebab siapa tahu kesempatan untuk bisa menangis hanya datang sekali itu saja. Dan jangan-jangan tidak akan pernah datang lagi menjumpai kita untuk selamanya. Betapa pesan “mungil” itu begitu bersahaja, namun menyimpan mutiara hikmah begitu agung. Menangislah..!! Wallohu a’lam

LEAVE A REPLY